Sekitar bulan Juni-Juli lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi dan tinggal di Desa Ombay sebuah desa di Pulau Pantar, Nusa Tenggara Timur (secara administratif, desa itu terletak di kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, NTT). Kalau dilihat di peta, wilayah Kabupaten Alor berbatasan dengan Timor Leste. Desa ini terbagi menjadi dua dusun, Dusun 1 dan Dusun 2. Dusun 1 merupakan dusun Muslim (penduduknya beragama Islam), sedangkan Dusun 2 merupakan dusun Kristen (penduduknya beragama Kristen, kecuali beberapa orang yang tinggal di tepi pantai). Nah, yang menarik adalah bahwa dari dulu, kedua dusun yang jelas berbeda ini selalu berjalan berdampingan, tidak pernah ada konflik antar penduduknya. Semua orang saling menghormati dan menghargai kepercayaan masing-masing dalam menjalani hidup sebagai sesama warga Desa Ombay. Rupanya, berdasarkan cerita dari beberapa orang tua, kerukunan ini telah terjalin sejak lama. Bahkan ada legenda yang menceritakan asal muasal terjadinya kerukunan tersebut. Para warga desa percaya bahwa jika ada suatu pihak yang mengadu domba warga dua dusun tersebut, niscaya malapetaka akan menimpanya. Bentuk-bentuk dari kerukunan ini tercermin dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika warga Muslim Dusun 1 sedang mengadakan syukuran misalnya pembangunan masjid, maka warga Dusun 2 ikut membantu memasak di dapur. Begitu pula sebaliknya ketika warga Dusun 2 membangun gereja. Ternak babi di Dusun 2 pun diikat agar tidak sembarangan masuk ke Dusun1. Dalam urusan pemerintahan, susunan pengurus terdiri dari orang-orang dari kedua dusun dan semuanya berjalan beriringan. Terasa sekali nuansa persaudaraannya. Sewaktu kami (yang beragama Islam) datang ke Dusun 2, warganya sangat "welcome". Bahkan ketika hari-hari terakhir kami disana, ada seorang Bapak dari Dusun 2 yang ingin menjamu kami dengan menu ayam dan beliau takut kami khawatir atas kehalalannya. Maka kami pun disuruh menyembelih sendiri ayamnya dengan cara yang benar sesuai ajaran Islam. Baru kemudian istri Bapak itu memasaknya...
waaah...sungguh terasa sekali toleransi beragamanya disana....ini terjadi bukan dimana-mana, tapi di negeri kita sendiri loh....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar